Postingan

Mati Rasa

Mati Dan Rasa Aneh bukan, dua kata yang tertegun canggung jika dipisahkan Mati. Hilang semua benih perasaan dan angan yang telah ditanam sekian lama Rasa. Buah dari benih yang telah ditanam dengan penuh sabar dan semoga Aku. Mati. Rasa Aku  Aku, sebuah harapan yang seharusnya tak diharap Hilang semua. Lenyap. Mati. Terbenam. Rasa yang dipupuk, ku cabik juga.

Unknown

She waited for him a long time End of i, flipping a dine Should she leave To make him believe Should she stay Or just give it away She can never decide Which one she should blame, Her heart that lies Or her mind which states his name She took a step back To know how he really felt, But it all turned black With the pressure she couldn't bear She burned her heart, waiting She suffered from questioning, Would he ever let her know Or was it her whi should've let go? -Amanda Margareth

Kata

hmm jadi seperti ini, rasanya Sendu dalam Tawa Ternyata berat ya.. menahan sayat namun tak berteriak Mau seberapa paksa memejam, masih tetap membayang Aku tak tahu, hati siapa yang sudah rusak Hatiku yang rusak tersayat, atau hatimu yang rusak dan tertutup rapat Kadang lelah, ingin enyah, ujung-ujungnya mengalah Kata Kata adalah senjataku untuk menyembuh sekaligus membunuh tenang saja.. bukan kamu yang akan kubunuh Tetapi, segala ekspetasi dan harap yang kubiarkan untuk tumbuh

Semoga

Pagi ini, Kubuka pejaman mataku tuk membelai hari penuh 'Aamiin' dan 'semoga' yg cukup terkabul. Ku curahkan segala harapanku pada sebaris tulisan untuk kau baca dan berharap ter Aamiin kan dengan serius. Ku rangkai doa baik penuh harap yg kuambil dari ruang hati yg paling istimewa. Kurasa, sanak orang disekelilingmu juga cukup menghujanimu doa dengan runtutan harap untuk 'kita'. Kau tahu mirisnya? Aamiin yg seharusnya terucap, terasingkan dengan seonggok ketidakyakinan yg sengaja kau tanamkan pada hatimu. Lingkaran jemari manis penuh janji yg seharusnya tersemogakan ,seakan tak akan pernah tertempuh. Karena kau takut lelah. Karena kau tak yakin akan sampai. Doaku masih tetap, semoga kau menjadi apa yg selama ini ku semogakan. Aamiin.

Pecah

Seakan akrab dengan reruntuhan. Bak lampu pijar, hatiku sudah tak berkaca, Namun masih berusaha tetap bersinar. Bak bunga krisan, mahkota bungaku membengkar indah Namun tergugurkan perlahan, Perlahan.. satu demi satu, Untuk secuil harapan Hanya ada dua pilihan 'mencintaimu' atau 'mencintai diriku' Untuk segala ikatan yang pernah terikat erat, Untuk seluruh pilu yang enggan untuk takluk, Dan untuk kepercayaan yang sempat terkunci kuat, Terimakasih telah berkenan singgah walau tak berkelaluan

Sejenak

Seperti bernafas, Ku hela, namun tak ingin ku hembuskan Inginnya kutahan, sengaja kuhentikan Seperti kamu, datang kembali dari waktu yang bertubi-tubi kubunuh Tak ingin kulepas Hanya ingin bersama bersendu Seperti bak air yang tertahan oleh benalu Yang harusnya mengalir, namun tertahan sesuatu Rasanya enggan ku lepas ganggamanmu Dari semua kesempatan, tetap waktu yang ingin ku cumbu Terkadang, kata "sejenak" memang rancu Senang karena dapat menghela Muram karena harus menghembus Tak ada ruang diantaranya untuk "menahan" Kecuali jika ingin larut dan mati perlahan Sayonara tabungan buih buih kerinduanku See you soon,

Distance

Gambar
so, i might count every night, to waiting count every star to staring count every second, to where you are but really, i've never seen night without you i've never seen star like the one in your eyes distance.. again can you please just give up for a while?? cause i miss him 6, may'19 Malang-Jakarta